12.6.09

Mengubah Layout Facebook Anda

. 12.6.09
4 comments

Siapa bilang tampilan Facebook tidak bisa diubah? Hal ini bisa dilakukan, hanya saja melalui bantuan aplikasi pihak ketiga. Sebelumnnya postingan semisal sudah saya posting. Silahkan lihat postingan sebelumnya di Merubah Tampilan Facebook. Yang sekarang lebih enak dan bisa digunakan di browser Mozila Firefox maupun Internet Explorer.

Untuk mengubah tampilan Facebook, maka pengguna diharuskan menambahkan add on pada browser yang dipakai. Untuk lebih jelasnya, anda bisa mengikuti beberapa petunjuk berikut:

1. Komputer anda terlebih dahulu harus terinstal Add-on Yontoo Layer dengan membuka situs resmi Yontoo

2. Tampilan pada Yontoo akan memerintahkan anda untuk memilih browser yang sedang digunakan. Baik itu Windows Explorer untuk Windows maupun Firefox untuk Windows atau Mac.


3. Setelah itu, Yontoo akan menampilkan pilihan accept dan continue untuk melanjutkan instalasi.

4. Kemudian klik start install.

5. Sebelum menginstal pasti akan muncul jendela baru untuk memilih Add-on YontooFFClient.xpi. Jika muncul jendela tersebut, klik install

6. Setelah proses instal selesai, restart browser anda, lalu klik continue.

7. Tampilan akan memunculkan fitur Apple Changes yang kemudian menyuruh anda untuk mengklik PageRange for Facebook. Setelah anda mengklik toolbar tersebut maka klik Go to PageRange Facebook Apps.

8. Jika anda sedang membuka Facebook maka akan muncul aplikasi PageRange Super Profile. Dari situ, anda bisa memilih layout yang anda inginkan, lalu klik select.

9. Proses perubahan layout pun selesai dan anda bisa menikmati tampilan Facebook anda yang baru.

Undang teman anda untuk bisa menikmati keindahan layout frofile facebok ini. Semoga bermanfaat dan bisa dinikmati.

Source: techno.okezone.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

11.6.09

Facebook, Membuat Networking atau Not Working?

. 11.6.09
1 comments

Facebook sejatinya digunakan untuk menjalin pertemanan atau networking. Namun dalam perkembangannya, laksana candu, ada yang menggunakan situs jejaring sosial ini secara berlebihan sehingga mengganggu aktivitas kesehariannya.

Hal inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran terbesar bos/pemilik perusahaan ketika memutuskan melakukan pemblokiran. Yaitu karena takut produktivitas karyawan menurun lantaran terlalu sering Facebook-an.

Awal kehadirannya di tengah persaingan situs jejaring sosial, Facebook menggebrak dengan fitur-fiturnya yang dianggap revolusioner atau lain dari yang lain.


Fitur yang paling terkenal di Facebook adalah tagging atau memberi tanda tiap-tiap orang yang ada dalam foto tersebut sesuai dengan namanya masing-masing.

Selain tagging, keunggulan Facebook yang lain adalah tersedia berbagai aplikasi di situs ini dan fasilitas chatting. Sehingga jika ingin chatting dengan teman, user tak perlu lagi membuka aplikasi baru.

Seorang karyawati yang berkantor di Jakarta Selatan yang mengaku, jika setiap hari datang ke kantor dan menyalakan komputer, maka secara otomatis pasti bakal terbuka pula halaman Facebook miliknya. "Soalnya sudah di-save page, jadi tak perlu login lagi," ujarnya.

Lain lagi dengan temannya. Ia mungkin tergolong freak untuk Facebook-an. Bagaimana tidak? Diakuinya, seringkali jika mengutak-atik ponsel yang ia lakukan hanyalah mengecek Facebook, bukan untuk cek SMS atau telepon.

"Sepanjang hari memantau Facebook, tapi di sela-sela jam kerja. Sejumlah aplikasi di Facebook juga sering dijajal," tukasnya.

Sementara menurut pengakuan pembaca detikINET bernama Arief Munandar, dirinya malah bersyukur di perusahaan tempatnya bekerja Facebook diblokir sejak 6 Maret lalu. Alasannya, karena dianggap mengganggu produktivitas.

Bahkan bukan Facebook saja, situs lain seperti Friendster, situs trading online hingga layanan blog juga menjadi korban pemblokiran. "Banyak sekali pemain saham online di sini. Sering schedule saya kacau karena terbentur dengan para pemain saham gadungan ini," ketusnya.

Promosi, Obama dan Caleg

Pun demikian, Facebook tak selalu dicitrakan negatif. Banyak pula manfaat yang menyertai situs besutan Mark Zuckerberg ini.

Misalnya, Facebook dapat dijadikan sebagai media yang efektif untuk melakukan promosi. Menurut pembaca detikINET yang berinisial 'Smote', lewat Facebook, justru perusahaan bisa memanfaatkan karyawannya untuk melakukan marketing produk mereka kepada jaringan teman karyawannya.

Jadi tak perlu lagi mencari massa untuk melakukan promosi. Penawaran produk bisa dilakukan melalui jaringan pertemanan yang sudah tersedia di Facebook.

Selain itu, bukti sahih yang telah terbukti manjur adalah ketika Facebook dijadikan sebagai senjata oleh Barack Obama untuk memenangkan pemilu memperebutkan kursi nomor satu di Amerika Serikat.

Saat itu, melalui account Facebook-nya, Obama berhasil menggalang kekuatan hingga ratusan ribu pendukung yang mengusungnya untuk menjadi presiden AS.

Cara ini pula yang coba dilakukan oleh para caleg Tanah Air untuk mempromosikan dirinya sekaligus meminta dukungan di Pileg 9 April lalu. Mereka ada yang membuat grup khusus, namun ada pula yang meng-add pengguna Facebook lain satu per satu. Untuk Pilpres apa sempet yah para capres dan cawapres otak-atik dan berkomunikasi langsung di Facebook? Atau sibuk tebar pesona dan senyuman ke sana kemari menghabiskan uang? Mudah-mudahan teknologi yang sudah maju pesat ini bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk menjunjung pemilu yang damai. Amien.

Klik disini untuk melanjutkan »»

25.5.09

Convert JPEG to PDF 2.0 Free Software

. 25.5.09
1 comments

Whenever you take some Digital Snaps through your Digital Camera they are huge sized, somewhere in MB’s and when you want to share these with your friends you need to send these files one by one through Instant Messengers or else via email by adding these files as attachments. Don't forget the email attachment limits which can also crate problems for you. Not only this, there are many other problems like storing multiple files on your computer instead of just one which can be the best solution. Let's convert all your JPEG to PDF 2.0 file which can have all the JPEG formatted files transformed into a beautiful PDF format file.



Download JPEG to PDF

There is no Installation of this software, which means that you can directly run it anywhere and store it in a Pen Drive too because its tiny around 124 kb in size. In the JPEG to PDF Application you need to Add Files first from your computer and also set the Output location where the PDF file would be saved along the the preferred file name and the width of the PDF file in case you want to take a print out of this PDF file in future.

Overall it's a good application for its size with up to 20 images conversion done quickly, portable and helpful when you want to make a PDF file out of your couple JPG files stored on your computer. The customization options are helpful because the margin settings with top, left, right & bottom are also helpful when you are planning for presentations using these PDF files.

Have a nice working then. :)


Klik disini untuk melanjutkan »»

Cara meng-convert Word Document ke JPEG

.
1 comments

Universal Document Converter (UDC) merupakan solusi yang terbaik untuk Anda yang ingin mengkonversi file Word Document ke file JPEG, TIFF dan file-file gambar lainnya. Inti dari UDC ini adalah teknologi virtual printing. Sebagai hasilnya, mengkonversi dokumen dari Word ke format JPEG bukanlah hal yang rumit untuk dilakukan.


Ingin tau caranya? Ikuti cara manual konversi document Word di bawah ini:
1. Download UDC terlebih dahulu dan install ke komputer Anda.

2. Buka dokumen yang akan dikonversi di Microsoft Word terus klik File >> Print di menu bar utama.


3. Pilih Universal Document Converter dari daftar printer dan klik tombol Properties.

4. Pilih Document to JPEG, untuk profil warna pilih di jendela Universal Document Converter Properties dan klik tombol OK.


5. Tekan OK di box Microsoft Word Print dialog untuk memulai konversi. Setelah format JPEG tadi telah selesai, filenya akan tersimpan di folder C:\UDC Output Files secara default.


6. Selanjutnya dokumen yang telah dikonversi dapat dibuka di aplikasi Windows Picture and Fax Viewer atau aplikasi lain yang bisa digunakan untuk membuka file JPEG di computer Anda.


Semoga bermanfaat. :)


Klik disini untuk melanjutkan »»

21.4.09

Oh IBU ...

. 21.4.09
2 comments

Sejauh manakah Anda menghargai ibu Anda? Mari kita introspeksi/muhasabah diri. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan renungan kita atas apa yang selama ini kita persembahkan untuk Ibu.

Ketika berusia 1 tahun, ibu menyuapi makanan dan memandikan kita. Cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.

Saat berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih untuknya dengan lari sambil ketawa terkekeh-kekeh apabila dipanggil.


Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ungkapkan terima kasih kepadanya dengan menumpahkan makanan ke lantai.

Ketika usia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna. Kita ucapkan terima kasih buatnya dengan mencorat-coret dinding.

Saat berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan terima kasihnya dengan bermain lumpur yang kotor.

Setelah berusia 6 tahun,
ibu menuntun tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasihnya dengan menjerit: "Tidak mau!" "Tidak mau!"

Ketika berusia 7 tahun, ibu belikan sebiji bola. Cara mengucapkan terima kasih untuknya ialah kita pecahkan kaca rumah.

Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan es krim. Kita ungkapkan rasa terima
kasih kita dengan menumpahkannya di pakaian ibu putih bersih.

Ketika usia 9 tahun, ibu mengantar ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan membolos dari kelas.

Berusia 10 tahun, ibu menghabiskan waktunya sehari suntuk menemani kita kemana saja kita mau, tapi kita ucapkan terima kasihnya dengan tidak bertegur sapa dengannya.

Saat berusia 12 tahun, ibu menyuruh mengerjakan tugas sekolah. Kita ucapkan terima kasih untuknya dengan menonton televisi.

Menjelang usia 13 tahun, ibu suruh untuk memakai pakaian yang menutup
aurat. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan memberitahu bahwa pakaian itu sudah ketinggalan zaman.

Ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa bekerja keras banting tulang untuk membayar biaya sekolah dan asrama. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan tidak menulis sepucuk suratpun untuk memberi kabar padanya.

Berusia 15 tahun, ibu pulang dari kerja dan merindukan pelukan dan ciuman. Kita ucapkan terima kasih kita dengan mengunci pintu kamar.

Menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira apabila mengetahui kita diterima masuk ke Perguruan Tinggi. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan berhura-hura bersama teman-teman sampai larut malam.

Ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah membayar biaya kuliah, mengantar kita dan membawa koper besar ke kosan baru, kita hanya ucapkan selamat jalan pada ibu di luar kosan karena malu dengan kawan-kawan.

Berusia 20 tahun, ibu bertanya siapa itu mengaku teman istimewa? Kita dengan entengnya menjawab, "Itu bukan urusan ibu".

Setelah berusia 21 tahun, ibu mencoba memberikan pandangan mengenai pekerjaan, kita berkata, "Saya tidak mau jadi seperti ibu".

Ketika berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah kita. Di belakang ibu kita bercerita pada kawan-kawan, “perabot pilihan ibu aku tidak bagus, tidak suka aku!"

Menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu dengan bakal menantunya dan bertanya mengenai rencana masa depan, kita melotot dan geram dengan berkata, "Ibu, tooooolonglah tidak usah ikut campur!"

Ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menangung perbelanjaan acara resepsi pernikahan kita. Ibu menangis terharu dan memeberitahu betapa dia sangat sayang kepada kita tetapi kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan berpindah jauh memisahkan diri.

Pada usia 30 tahun, ibu menelfon memberikan nasihat dan petuah agar memperhatikan pendidikan dan pembinaan anak-anak, kita dengan congkaknya berkata, "Itu dulu, sekarang zaman moden ...".

Ketika berusia 40 tahun, ibu menelefon mengingatkan mengenai acara syukuran di rumah di kampong. Kita berkata, "Kami sibuk, tak ada waktu untuk datang"

Pada usia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan meminta kita menjaganya. Kita malah bercerita mengenai kesibukan dan kisah-kisah ibu bapa yang menjadi beban kepada anak-anak.

Dan kemudian suatu hari, kita mendapat berita ibu meninggal ! Kabar itu bagaikan petir !!! Dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatan kita terhadap ibu menerpa satu persatu. Na’udzubillah min dzalik.

Oleh karena itu kawan, jika ibu masih ada, sayangi dia. Jika telah tiada, kenanglah kasih dan sayangnya. Sayangilah ibu kerana kita semua hanya ada seorang ibu yang selama hidupnya selalu memelihara kita tanpa pamrih.

"Sesungguhnya hidupku, matiku, amalanku, ibadahku adalah semata-mata karena Allah SWT"
Syurga di Bawah Telapak Kaki Ibu...

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Followers

About Me

My Photo
Putra asli Tegal yang santun jika bertutur kata, yang senyum jika bertemu, yang selalu ada ketika dibutuhkan. He he he

CARLOTTA



{nama-blog-anda} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com